Selasa, 28 Januari 2025

Shalat dan Kemenangan Dalam Hidup

 Salat sebagai ibadah yang dipandang sebagai tiangnya agama tentu saja mempunyai nilai dan makna tersendiri bagi seseorang maka bisa menunaikan salat itu merupakan sebuah anugerah bagi dirinya baik dalam kapasitasnya sebagai ibadah yang diterima langsung oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam peristiwa Isra mi'raj maupun kapasitasnya sebagai seorang hamba.

Pertama, ketika berita bahwa Rasulullah telah berjalan melakukan Isra mi'raj dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa dan dilanjutkan dengan mi'raj ke sidratul muntaha tentu saja hal ini mendatangkan pembeda yang sangat besar bagi orang yang mendengarnya baik di masa lampau maupun di masa sekarang. Orang-orang yang tidak percaya tentu itu merupakan sesuatu yang mustahil namun bagi orang yang beriman maka sikap yang diambilnya adalah sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Abu bakar sidik yang dengan tegas menyatakan bahwa dia beriman kepada peristiwa yang disampaikan oleh Rasulullah. Ini penting bagi kita dengan dasar memulai keraguan dimulai dengan keyakinan. Dengan keyakinan maka keraguan tentang Isra mi'raj sedikit demi sedikit akan terbukti bahwa sangat mudah bagi Allah untuk memfasilitasi Rasulullah supaya bisa hadir di singgasana Allah. Sebagaimana yang termaktub dalam Quran Surat Al Isra ayat 1 yang berbunyi;"

سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنۡ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ

Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Q.S Al-Isra' [17] :1

Jika merujuk pada ayat-ayat awal di surat al-baqarah" maka jika ada yang ragu terhadap apa yang kami turunkan kepada Muhammad, maka buatlah suatu surat yang semisal", maka bagi kita manusia yang mempunyai akal pikiran dipersilahkan untuk membuktikan jika ada keterangan Allah yang menurut dia muskil untuk bisa dibuktikan secara ilmiah dan ini merupakan sebuah tantangan ilmu pengetahuan yang memungkinkan seseorang menjadi orang yang beriman setelah melihat bukti kebenaran ayat Alquran yang kaitannya dengan hal yang menurut sementara orang mungkin sesuatu yang mustahil. 

Foto dan video diambil saat mengisi acara Isra Mi'raj di masjid Al Muttaqin Kandau Ulu Kec. Gunung labuhan Way Kanan

Kedua. Perintah sholat sendiri jika dilihat dari kacamata kita sebagai manusia maka mengandung tiga hikmah(red.) antara lain:

1. Meningkatkan Kualitas Hidup dan Menghindari Kegelapan Jiwa

Salat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan menghindari kegelapan jiwa. Dalam Al-Qur'an disebutkan:


"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (dengan salat) kebahagiaan akhirat." (QS. Al-Qasas: 77)


Dalil ini menunjukkan bahwa salat dapat membantu kita mencapai kebahagiaan akhirat dan meningkatkan kualitas hidup kita.


2. Meningkatkan Kesadaran dan Ketaqwaan

Salat dapat membantu meningkatkan kesadaran dan ketaqwaan kita. Dalam Al-Qur'an disebutkan:


"Dan dirikanlah salat untuk mengingat-Ku." (QS. Thaha: 14)


Dalil ini menunjukkan bahwa salat dapat membantu kita mengingat Allah SWT dan meningkatkan kesadaran dan ketaqwaan kita.


3. Meningkatkan Keseimbangan Jiwa dan Mengurangi Stres

Salat dapat membantu meningkatkan keseimbangan jiwa dan mengurangi stres. Dalam hadits disebutkan:


"Salat adalah cahaya bagi orang yang melakukannya." (HR. Muslim)


Dalil ini menunjukkan bahwa salat dapat membantu kita mencapai keseimbangan jiwa dan mengurangi stres, sehingga kita dapat merasa lebih tenang dan damai.

Maka seperti kabar yang disampaikan oleh para Bilal hayya ala Sholah mari kita sholat hayya alal Falah mari menuju kemenangan.


والله أعلم ما لا يعلمه البشر

Tidak ada komentar:

Posting Komentar