Persiapkan generasi Qur'ani." Kalimat itu pertama kali kudengar saat masih kuliah, dan entah mengapa ia begitu melekat di hatiku. Sejak saat itu, ada panggilan dalam diriku untuk ikut serta membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an.
Pengabdian itu bermula di sebuah Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) kecil bernama TPA Al-Amal, yang terletak di kompleks TVRI Lampung. Awalnya, aku hanya berniat mengisi waktu luang, membantu anak-anak mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Namun, semakin lama, aku merasa bahwa tempat ini bukan sekadar tempat mengajar—ia adalah ladang amal, tempatku menanam benih-benih kebaikan, ini seperti sebuah episode hidup, Karena 12 tahun kujalani dalam sebuah asa yang mungkin orang bingung menterjemahkan dalamnya makna.
Waktu berlalu, dan aku akhirnya menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kesibukan kerja tak menghalangiku untuk tetap bersama TPA, ya TPA Al Amal nama TPA yang akhirnya ku jadikan jalan pengabdian tersendiri ditempat yang baru, setiap sore, tiga kali dalam seminggu. Ada rasa lelah, tentu saja. Tapi setiap kali melihat anak-anak itu melafalkan ayat-ayat suci dengan mata berbinar, lelahku seolah luruh.
Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Tanpa kusadari, dua puluh tahun telah berlalu. Dua dekade aku berada di tempat ini, mendampingi anak-anak dari generasi ke generasi. Ada yang datang sebagai anak kecil yang belum bisa membaca huruf hijaiyah, lalu bertahun-tahun kemudian, mereka kembali ke TPA ini, bukan sebagai murid, tetapi sebagai pengajar baru yang siap melanjutkan perjuangan.
Aku tak tahu seberapa besar manfaat dari pengabdian ini. Aku hanya berharap, apa yang kulakukan menjadi barokah bagi diriku, keluargaku, dan anak-anakku. Jika di hari akhir nanti ada satu kebaikan yang bisa kupersaksikan, semoga itu adalah cinta yang kutanamkan untuk Al-Qur’an di hati anak-anak ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar