Pertanyaannya muncul, siapa sebenarnya target dari hiburan tersebut? Apakah pengundang acara, penyelenggara acara, ataukah para tamu undangan?
Banyak orang berpendapat bahwa hiburan dalam acara seharusnya mencerminkan situasi dan kondisi yang sedang terjadi pada saat itu. Ini termasuk menghargai keadaan sosial dalam acara religius, ketika suasana sedang berkabung atau tengah dalam suasana doa dan zikir.
Namun, ada juga yang berpandangan bahwa hiburan dalam suatu acara bergantung pada selera dan keinginan dari pengundang dan penyelenggara acara. Terkadang mereka menghadirkan hiburan yang disesuaikan dengan selera mereka, meskipun itu tidak selalu cocok dengan situasi pada saat acara berlangsung.
Namun, pada akhirnya, hiburan dalam acara seharusnya memberikan kesenangan dan kebahagiaan bagi semua tamu undangan tanpa melanggar norma dan adab yang berlaku. Pada akhirnya, jika acara telah usai, semua tamu undangan seharusnya merasa puas dan bahagia dengan apa yang telah disuguhkan selama acara berlangsung.
Sebagai tamu undangan, jika kalian merasa tidak nyaman dengan hiburan yang ada dalam suatu acara, sebaiknya kalian dapat memberi feedback yang produktif ke pengundang atau penyelenggara acara agar dapat meningkatkan kualitas hiburan di masa yang akan datang.
Bijak....... mungkin kata yang patut dipertimbangkan jika kita ingin membuat hiburan pada acara yang kita buat, dan tentunya tetap santun untuk dapat menghormati orang yang kita undang untuk membantu kita menyukseskan acara yang kita buat menkjadi lebih bermakna.
Sebagai kesimpulan, hiburan dalam acara seharusnya disesuaikan dengan situasi dan keadaan sosial yang sedang berlangsung. Namun, selera dan keinginan pengundang atau penyelenggara acara juga tidak boleh diabaikan, sehingga para tamu undangan merasa puas dan bahagia dengan hiburan yang telah dihadirkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar